Oleh : Erwin Baskara *
Hari-hari berlalu seakan tak ada toleransi untuk bermalas-malasan membangun organisasi ini. Dua tahun sudah berlalu ketika organisasi yang dibangun dengan keinginan bersama untuk menyatukan sebuah perasaan senasib sebagai seorang Mahasiswa yang tidak hanya semata belajar untuk menjadi seorang lulusan yang mempunyai IPK tinggi dalam kuliah tetapi juga mempunyai IPK tinggi sebagi insan pegabdi masyarakat yang handal.
Banyak orang beranggapan tidak mungkin IPK kuliah tinggi jika banyak ikut organisasi kemahasiswaan. Itu adalah yang saya anggap pernyataan bodoh dan tidak masuk akal, kita tahu salah satu orang cerdas yang pernah dimiliki bangsa ini Ir. Soekarno tidak hanya membangun kecerdasannya di bangku kuliah tetapi dengan mengikuti organisasi-organisai kepemudaan. Dua hal yang dianggap tidak bisa disatukan ini sebenarnya bisa disandingkan agar berjalan bersama-sama untuk menyongsong masa depan yang kita inginkan.
Sinkronisasi kegiatan intra dan ekstra sudah bukan hal yang susah lagi, banyak organisasi kemahasiswaan yang memberi fasilitas kepada anggotanya untuk berpreatasi dibidangnya. Konsep seperti itu harusnya menjadi tujuan organisasi untuk memberkan citra positif di mata masyarakat bahwa organisai bukanlah tempat kumpul-kumpul yang tidak berguna dan menghamburkan uang semata.
Maka dengan ini mari kita sebagi insan terpelajar untuk membangun organisasi kita ke arah kegiatan yang lebih positif dan menunjang kegiatan akademik yang sedang kita geluti ini.
* : Ketua Umum HIMAS terpilih periode 2009-2010. Selain menjabat sebagai Ketua Umum HIMAS juga menjabat sebagai Sekretaris 1 BEM Fakultas Teknik UNY 2009, Juru Bicara Informatic Engineering Comunnity UNY dan Kadept. Pemgkaderan Fopmas-Yogyakarta. Pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIMAS 08-09, Ketua Fopmas-Jogja 07-08, Sekretaris HIMAS 07-08, Kadept. Sosial Kemasyarakatan KPMDB-Jogja 07 dan Staf Ahli Dept. Kesejahteraan Mhs. impunan Mhs. Elektronika&Informatika UNY 07.
Banyak orang beranggapan tidak mungkin IPK kuliah tinggi jika banyak ikut organisasi kemahasiswaan. Itu adalah yang saya anggap pernyataan bodoh dan tidak masuk akal, kita tahu salah satu orang cerdas yang pernah dimiliki bangsa ini Ir. Soekarno tidak hanya membangun kecerdasannya di bangku kuliah tetapi dengan mengikuti organisasi-organisai kepemudaan. Dua hal yang dianggap tidak bisa disatukan ini sebenarnya bisa disandingkan agar berjalan bersama-sama untuk menyongsong masa depan yang kita inginkan.
Sinkronisasi kegiatan intra dan ekstra sudah bukan hal yang susah lagi, banyak organisasi kemahasiswaan yang memberi fasilitas kepada anggotanya untuk berpreatasi dibidangnya. Konsep seperti itu harusnya menjadi tujuan organisasi untuk memberkan citra positif di mata masyarakat bahwa organisai bukanlah tempat kumpul-kumpul yang tidak berguna dan menghamburkan uang semata.
Maka dengan ini mari kita sebagi insan terpelajar untuk membangun organisasi kita ke arah kegiatan yang lebih positif dan menunjang kegiatan akademik yang sedang kita geluti ini.
* : Ketua Umum HIMAS terpilih periode 2009-2010. Selain menjabat sebagai Ketua Umum HIMAS juga menjabat sebagai Sekretaris 1 BEM Fakultas Teknik UNY 2009, Juru Bicara Informatic Engineering Comunnity UNY dan Kadept. Pemgkaderan Fopmas-Yogyakarta. Pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIMAS 08-09, Ketua Fopmas-Jogja 07-08, Sekretaris HIMAS 07-08, Kadept. Sosial Kemasyarakatan KPMDB-Jogja 07 dan Staf Ahli Dept. Kesejahteraan Mhs. impunan Mhs. Elektronika&Informatika UNY 07.

